Ujian Nasional – Dilema Moralitas Pendidikan

gambarKetakutan bukannya sirna, tetapi justru semakin mencekam dan mencengkeram kaum pendidik (baca: Guru) di negeri ini. Ketakutan akan bayang – bayang kegagalan mengantar anak – anak didik tercinta menyelesaikan jenjang pendidikannya (SMP, SMA dan SMK). Takut jikalau anak – anak kebanggaan mereka itu gagal lulus karena nilai Ujian Nasionalnya dibawah standar Nasional. Ketakutan itu sudah berubah menjadi konsep perlawanan batin. Sebuah “rasionalitas” tindakan terstruktur dan terencana untuk memuluskan kelulusan anak – anak didik tercinta, walaupun sebuah mutiara yang bernama “kejujuran” itu harus digubah menjadi “permakluman untuk curang sesaat”. Ironis dan menyedihkan memang. Betapa tidak… Bertahun – tahun nilai kejujuran yang secara rutin ditanamkan di hati dan perasaan anak – anak, terpaksa dengan sadar dan terstruktur diganti dengan nilai kecurangan yang merupakan “virus” moral.
Masih segar alam ingatan kita, kasus seorang guru di Ngawi, Jawa Timur yang harus mendekam di penjara (dan akhirnya dipecat) karena mencuri 1 set soal Unas (tahun 2007). Tragedi kemanusiaan dan pendidikan. Beliau kemungkinan besar tak ada niat secuil pun untk berbuat kejahatan, tapi ketakutan yang mencekam akan kegagalan kolektif melulskan anak – anak didik di sekolahnya membuat “adrenalin” beliau mampu mengatasi ketakutan untuk mencuri. Naudzubillahi min dzalika.
Juga beberapa kasus sebaliknya, di Medan, beberapa Guru yang berteriak dan resah dengan kecurangan massal saat Unas 2007, diberhentikan mengajar dari sekolahnya.
Selamat datang Ujian Nasional 2008, akankah nilai kejujuran harus digadaikan lagi untuk kesekian kalinya?
Semoga masih ada sekolah, kepala sekolah, guru, komite sekolah, dewan pendidikan, orang tua dan siswa yang berani bersikap tegas menolak ketidak jujuran di Unas 2008. Amien. (DP)

Explore posts in the same categories: Ujian Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: