Ujian Nasional 2008 – Humor Tidak Lucu

Ujian Nasional 2008 sudah berlalu tinggal menunggu pengumuman kelulusannya saja. Beberapa orang guru di Sumatra terpaksa menghadapi masalah dengan aparat berwajib, karena tertangkap saat mengganti jawaban siswanya yang mayoritas salah dan berpotensi tidak lulus. “Kasih sayang” para Guru kepada siswa tersayangnya lah yang mendorong perbuatan pidana itu terjadi. Astaghfirullah …

Sementara itu pak Menteri Diknas dengan l;antang meneriakkan statement, bahwa pelanggar Unas 2008 agar dipidanakan. Memang pak Menteri Diknas, yang juga seorang Guru Besar, telah mengatakan sesuatu yang benar (” haq … kata Dony teman saya) menurut kaca mata hukum. Tetapi apakah kira – kira pak Menteri sudah mengetahui praktek pelaksanaan Unas di mana – mana yang penuh dengan kecurangan?  Atau pura – pura tidak tahu?   Bukankah telah terjadi “ketakutan” bahkan “trauma”  tidak lulus karena nilai Unas dibawah standart, telah memaksa para Guru membuat jawaban untuk siswa – siswa nya, seperti kasus di Sumatra dan di banyak tempat di Indonesia?

Beberapa orang guru berucap, “Untung ya di sekolah kita kemarin tidak ada yang tertangkap …Jadi aman – aman saja.  Bagaimana ya tahun depan? ”   Ada yang berkata pula, ” Kalau sekolah kita terpaksa memberi jawaban kepada siswa, karena sekolah lain pun lebih parah pelanggarannya …Ibaratnya kita balas curang dengan kecurangan pula, daripada siswa kita banyak yang tidak lulus”  Terus ada pula guru Agama yang mengeluh,”Sia – sialah saya mendidik anak – anak didik agar selalu berbuat jujur kalau akhirnya semua itu terpaksa dijungkir balikkan saat Unas …”

Memang para mayoritas birokrat yang bertanggung jawab untu maslaah pendidikan menolak statement kecurangan pada peleksanaan Unas 2008 dan menantang pembuktian jika ada yang mengatakan ada kecurangan  Bukankah ini ibarat sebuah humor yang tidak lucu … dimana para birokrat seolah – olah tidak tahu tentang praktek yang sebenarnya terjadi saat pelaksanaan Unas 2008,  …Saya jadi bingung.

Saatnya para para orang tua, pendidik sejati, para kyai, para pastur, para pendeta, para intelektual, para pimpinan ormas keagamaan dan semua wakil elemen masyarakat yang peduli masa depan generasi mendatang harus satu kata : TOLAK UNAS SEBAGAI SYARAT KELULUSAN … atau benar – benar nantinya sekolah di Indonesia menjadi lahan subur kaderisasi “koroptor Indonesia masa depan”.

Subhanallah … (DP)

Explore posts in the same categories: Ujian Nasional

2 Komentar pada “Ujian Nasional 2008 – Humor Tidak Lucu”

  1. arjo Says:

    ya…memang,…. standarisasi pendidikan sangat meberatkan bagi sekolah yang berada di pedalaman. bayangkan saja di daerah luar jawa para guru masih sibuk mengajar bagaimana cara memakai baju yang baik bagi murid usia 15 tahunan.

  2. dodikpriyambada Says:

    Dari sumber yang layak dipercaya (maaf tidak bisa saya sebutkan di sini), keputusan untuk melaksanakan Unas adalah pertimbangan “politik” dan “bisnis”. Masya Allah, sudah sedemikian berkarat “nurani” elite politik dan birokrasi Indonesia saat ini. Semoga Allah Yang Maha membolak balik hati manusia mengambil alih masalah ini untuk menyelamatkan generasi mendatang agar tidak menjadi Generasi Koruptor.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: