Kolaborasi Wali Kelas, Guru Wali dan BK

Dalam rangka meningkatkan efektivitas Manejemen Sekolah, khususnya dalam mendampingi anak didik di Sekolah, perlu diciptakan sebuah sistem yang membuat suasana pendampingan di sekolah bisa menghadirkan suasana seperti sebuah keluarga di rumah.  Sebuah hubungan yang dekat bahkan bersifat pribadi yang membuat anak didik merasa nyaman karena memiliki “orang tua” di sekolah.

Sebenarnya peran “orang tua” di sekolah secara konsep adalah menjadi tugas semua Guru, khususnya seorang Wali Kelas, yang mengasuh beberapa anak didik yang memiliki jenjang (kelas) yang sama di sebuah komunitas kelas.  Tugas Wali Kelas sedemikian banyak, khususnya yang bersifat administratif atau tulis menulis, seperti :  mendata ketidak hadiran siswa, mengumpulkan nilai anak didik dari guru mata pelajaran, mengisi raport, membagikan raport, dan sejenisnya.  Hal ini membuat komunikasi Wali Kelas dengan anak didik dan orang tuanya tidak begitu efektif dan lebih banyak terjadi secara formal dan kaku.

Ada juga instrumen Bimbingan Konseling yang diharapkan menjadi tempat pembimbingan, pengarahan dan berkeleuh kesah bagi anak didik.  Karena jumlah siswa yang ditangani sangat besar, maka peran BK lebih bersifat kasus demi kasus atau untuk beberapa siswa yang secara sukarela datang atau dipanggil karena terkait beberapa problem yang dialaminya.  Pendekatan kepada seluruh siswa bisa juga dilakukan oleh Tim BK, tetapi biasanya bersifat masal dan umum.

Untuk menyediakan pengganti orang tua selama di sekolah yang dekat dengan anak didik, setiap saat bisa berkomunikasi dengan cara kekeluargaan, tempat berkeluh kesah (curhat) dan pendamping untuk menentukan pilihan – pilihan terkait program pembelajaran di sekolah, maka diadakannya Guru Wali bagi anak didik diharapkan bisa menjawab problematika tersebut.  Setiap siswa baru akan mendapat seorang Guru Wali dan akan tetap mendampingi sampai siswa yang bersangkutan lulus.  Satu orang Guru bisa menangani sekitar 10 sampai dengan 15 orang siswa sebagai anak – anak perwaliannya.  Semua Guru (Guru Tetap, Guru  DPK, Guru Bantu dan GTT) sebaiknya mendapat tugas sebagai Guru wali, sehingga tak ada lagi Guru yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri, tanpa interkasi efektif dengan anak – anak didiknya, baik saat di kelas maupun diluar kelas.

Secara berkala diadakan pertemuan antara Guru Wali dengan anak – anak perwaliannya.  Komunikasi rutin juga bisa dilakukan melalui tatap muka, konsultasi, telpon, sms , email atau lewat cara lain yang sesuai.

Tentu saja diperlukan kerjasama dan saling memberi informasi antara Wali Kelas, Guru Wali dan Tim Bimbingan dan Konseling, sehingga perkembangan anak didik secara integral (terpadu) dapat dimonitor untuk selanjutnya dilakukan perbaikan dan peningkatan yang diperlukan. (DP)

Explore posts in the same categories: Manajemen Sekolah

3 Komentar pada “Kolaborasi Wali Kelas, Guru Wali dan BK”

  1. ernalilis Says:

    Usulnya bagus juga Mas..
    Mahasiswa juga banyak yang stress.. waktu aku penelitian pd mahasiswa FKG tingkat kecemasannya sdh padatingkat memprihatinkan.. tapi sementara ini blum ada tindak lanjut dari pimpinan..

  2. Erma Yunus Says:

    Tugas wali kelas sangat mulia, tp terkadang kita dihadapkan oleh dilema dimana kadang kita tidak mampu membantu anak kita disebabkan oleh keputusan yang membuat anak kita terhambat …………………..

    • dodikpriyambada Says:

      Memang tugas tersebut sangat berat, oleh karena itu perlu difikirkan konsep guru wali siswa sebagai mitra wali kelas. wali kelas lebih ke tugas pendapingan administratif akademis sedangkan guru wali siswa sebagai pendamping siswa untuk pembinaan yg lebih pribadi sifatnya dalam rangka membina karakter setiap siswa. Idealnya per guru 10 siswa dari jenjang kelas yg berbeda yg ditangani.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: